Sungguh naif mereka, mereka menganggap aku yang paling pintar diantara teman-teman skripsiku. Tapi aku juga terlalu naif, kepercayaan diriku justru membunuh waktuku semakin banyak. Aku harus membuang kembali waktu satu semester hanya demi judul yang memukau. Namun judul itu terlalu sulit, aku menggantinya diakhir acara. Waktu telah habis, aku terlambat, semua begitu terlambat. Tanpa ada peringatan semua berlalu begitu saja. Sebuah impian untuk bisa mencapai wisuda dengan gelar cumlaude yang disaksikan oleh pujaan hati sirna begitu saja. Karena cumlaude itu tidak akan dilihat olehnya pada momen yang tepat. Pujaan hati terindah didalam hidupku selama 24 tahun aku berjalan diatas tanah Jawa. Dia pergi melaju meninggalkanku di belakang, dengan keluguan dan kepolosannya justru membuatnya tampak begitu berharga untuk diabaikan, yang tentu ditunjang wajahnya yang aduhai nan menawan. Wajah ceria, pribadi yang rendah hati, murah senyum, cantik tidak sulit baginya untuk menarik simpati orang di sekitarnya. Akulah salah satunya, seorang pria dingin yang tak mengerti cara berekspresi wajah, sehingga sulit terlihat hangat dan bahagia.
Sebenarnya dia atau diriku yang polos ?. Tidak penting...karena siapapun itu, kepolosan mungkin bisa saja adalah cerminan kerendahan hati. Polos disini bukan berarti mudah tertipu, tetapi cerminan hati yang sensitif. Karena kepala seseorang tidak ada yang tahu, sering wajah polos itu menipu. Banyak orang yang terlihat polos justru adalah dalang dibalik layar yang mengendalikan agenda. Sifatnya yang polos cenderung lucu membuat diriku hanyut dalam kelembutan sikap wanitanya. Aku hanyut...benar-benar hanyut, aku sampai tak mempedulikan pekerjaanku, termasuk karya akhir kuliahku. Aku terlalu fokus padanya...senyumannya yang telah menenggelamkan jiwa dan pikiranku ke dalam aliran deras perasaan cinta. Aku tak tahu apakah dia memperdulikan aku, hahhh...rasanya tidak begitu penting aku memikirkan hal tersebut. Karena aku tidak akan pernah tahu jawabannya sampai aku bertanya langsung dengan hatinya.
Sudahlahh...aku sudah gagal semester ini. Tahun 2016 adalah tahun terberat yang aku lewati selama ini. Tidak ku sangka jatuh cinta itu begitu mematikan bagi syaraf-syaraf didalam otakku.
Cerpen Awal Tahun
life should be simple, but choices a decision makes it not simple.
so life is complicated !
simple is just bullshit !
When making a choice in one side can embrace a happiness but in another side makes a consequencies that make it not OK.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar