Ketika Anda Menjadi Mahasiswa Semester Akhir Jangan Pernah Melakukan Hal Ini, Haram Hukumnya (Pengalaman Pribadi)
Ketika menjadi mahasiswa, hati merasa senang dan bangga karena telah mengambil satu langkah besar untuk mencapai tujuan hidup. Terlebih menjadi mahasiswa di jurusan dan kampus favorit, rasa kepercayaan diri akan meningkat. Diawal masa-masa kuliah semua terasa menyenangkan, easy going, rileks. Ketika umur sebagian mahasiswa di awal perkuliahan masih bekisar 18 sampai 20 tahun, hidup menjadi mahasiswa terasa lebih enteng, walaupun itu relatif. Semakin bertambah umur dan dewasa, pemikiran semakin kompleks dan gelisah karena memikirkan banyak hal mengenai rencana hidup ke depan seperti menikah, pekerjaan, KPR rumah supaya terbebas dari "pondok mertua indah", membantu orang tua yang semakin tua, dan sebagainya, Ketika semester akhir biasanya umur mahasiswa sudah menginjak 22 sampai 24 tahun, sebuah umur yang sudah disebut dewasa. Fase remaja sudah berakhir, pikiran sudah sangat kompleks dan kepribadian menjadi semakin kaku.
Semester akhir ada fase paling krusial, melewati masa-masa semester pertama sampai sempai semester tujuh lebih mudah dibandingkan menempuh semester akhir. Di semester akhir entah mengapa banyak sekali ujian yang datang, ini semua tidak terlepas dari ribetnya mengurus skripsi. Mengurus skripsi lebih ribet dibandingkan mengurus cewek yang lagi PMS :)...mengapa ?, ya karena ketika mengurus skripsi banyak sekali hal-hal yang membuat ribet tak karuan seperti mencari judul, bimbingan, berhadapan dengan dosen, minta tanda-tangan macem-macem, buat proposal, buat surat izin penelitian, nyari informan, ngumpulin responden, sebar kuesioner, informan sibuk, birokrasi belibet pengurusan surat-surat izin penelitian, file skripsi hilang, laptop dicuri padahal didalemna banyak data penelitian/skripsi, flashdisk tempat simpan skripsi kena virus, email keblokir, lupa password email, buat hardcopy, bolak-balik ngeprint dan fotocopy, revisi, dosen pembimbing males baca skripsian kita, dan bejibun permasalahan mengenai skripsi yang bikin serasa manusia seperti robot multitasking yang kehabisan baterai.
Permasalahan akan semakin kompleks yang membuat skripsi anda tidak selesai karena tekanan. Semua hal diatas akan diperparah jika mahasiswa dalam semester akhir itu melakukan hal-hal ini:
1. Menunda-nunda waktu
Menunda waktu adalah hal yang haram dilakukan ketika mengerjakan skripsi. Ketika deadline masih menyisakan berbulan-bulan, sering mahasiswa meremehkan waktu "ah masih lama seminggu lagi juga bisa" :fuck3: . Setelah satu minggu lewat "ah besok aja lah". Setelah besok "ah seminggu lagi aja lah masih satu bulan lagi ini" terus seperti itu hingga tak terasa telah sampai deadline. Ketika deadline penyesalan datang dan baru terasa, tapi semua sudah terlambat.
2. Jatuh cinta dengan teman sekelas, teman seperbimbingan, dan teman lainnya
Ini akan memperburuk keadaan, orang yang sedang jatuh cinta seperti pecandu narkoba. Jatuh cinta menimbulkan adiksi untuk memikirkan doi secara terus menerus tiada henti. Hindari baper ketika anda menjadi mahasiswa semester akhir. Karena porsi energi pikiran agan akan terkuras habis hanya untuk membuat strategi pedekate, modus, dan menyenangkan hati gebetan. Dengan begitu skripsi agan sendiri akan menjadi dinomor duakan dan rawan tidak selesai tepat waktu. Nomor dua ini sangat rawan bagi mahasiswa yang dipandang pintar :cool :cool: , karena biasanya cewek-cewek akan banyak mendekat ke agan untuk dijadikan "guru privat gratis" untuk membantu menyelesaikan skripsi mereka. Dengan begitu baper adalah hal yang rawan, terlebih temen cewek cantik yang selama ini kita idam-idamkan menjadikan kita "guru privatnya" dengan rayuan maut andalanya "ajarin aku dongggg....!!!" dengan emot unyu-unyu dan senyuman super manis ala Raisa :wow cantik yang dibuatnya akan memperbesar resiko baper pemicu cinta si mahasiswa semester akhir ini.
3. Cemas memikirkan mau ngapain setelah lulus.
Ini akan menimbulkan tekanan tersendiri yang membuat stress dan gak fokus. Masa depan akan baik jika kita melakukan yang terbaik pada saat sekarang. Hal ini akan sangat rawan terhadap mahasiswa yang selalu future oriented.
4. Pacaran
Tidak jauh beda dengan nomor dua, hanya saja ini berbahaya jika si mahasiswa semester akhir memiliki pacar cewek yang lebih tua darinya, terus ngebet pengen kawin karena takut keburu jadi perawan tua serta memiliki ekspektasi tinggi. Tentu ini akan memperbesar tekanan dalam menyelesaikan skripsi, terlebih jika si pacar selalu mengancam "pokoknya lu harus lulus semester ini, klo nggak kapan kerja dan nikahnya ? ". Gak menjadi masalah kalau si mahasiswa semester akhir ini bisa lulus tepat waktu, kalau nggak ???!!!!. Maka urusan akan semakin brabeee, si doi akan minta putus sama agan secara sepihak terus jadian sama cowok lain dan agan jadi depresi putus cinta. Kalo udah begini masalah skripsi ???!!! no comment deh kalau udah begini..., yang ada perasaan galau akut akan melanda setiap hari. :(
5. Ambil judul skripsi yang berat dan terlalu ambisius
Boleh saja kita mengikuti idealisme kita sebagai mahasiswa, namun tetap harus realistis apakah judul yang kita ambil bisa membuat kita lulus dengan tepat waktu ?. Seperti contoh "Kepemimpinan Jokowi dalam Membangun Pemerintahan"....Wowww wawancara Jokowi mustahil agan emang siapa ??? hahaha :)
Secerdas apapun agan sewaktu kuliah, sepintar apapun akademik mahasiswa itu, bukan jaminan dapat dengan mudah menyelesaikan skripsi. Karena yang paling terpenting dalam menyelesaikan skripsi adakah disiplin waktu dan soft skill. Soft skill menjadi sangat penting, terutama soft skill bagaimana mempersuasi orang agar mau membantu kita seperti mempersuasi dosen pembimbing, dosen penguji, informan, dll. Menulis skripsi itu seperti orang yang memiliki hutang, hanya diipikirkan tapi malas membayarnya.
Sumur:
Ini semua ditulis berdasarkan pengalaman TS sendiri dan temen TS, semoga dapat menjadi ilmu dan pelajaran bagi mahasiswa semester akhir lainnya.
Haus juga nulis bikin thread, boleh lah cendol agan-agan :toast :toast :toast
Dilema Hidup
Senin, 20 Februari 2017
Rabu, 15 Februari 2017
Hidup Adalah Permainan Yang Sulit - Life is Very Difficult
Ketika kita bermain video game, kita merasakan kesenangan karena dapat mengendalikan karakter ataupun objek lewat sebuah joystick, layar sentuh, ataupun alat kontrol lain. Menyenangkan karena video game menyajikan tantangan, menggugah rasa penasaran, menguji ketangkasan, sensasi menjadi karakter lain yang tidak dapat kita lakukan di dunia nyata. Kegagalan di video game sangat mudah diantisipasi, bisa lewat cara save permainan, ataupun cheating, dan hints yang tersedia di forum-forum game. Hampir tidak ada risiko kegagalan yang menyakitkan di dunia game, toh nanti bisa di load atau restart permainan.
Tapi hidup ???. sungguh memilukan, penuh risiko, banyak pilihan yang membuat kita bingung...kadang perlu waktu bertahun0tahun untuk menentukan pilihan yang kita anggap baik, Sudah barang tentu dengan segala konsekuensi dan risikonya. Tidak ada nyawa kedua di dunia nyata, tidak ada save-load di dunia nyata, tidak ada jalan serba lurus di dunia nyata.
Masalah hidup manusia di dunia ini secara garis besar terbagi menjadi 3 bagian, yaitu moralitas, rezeki, dan cinta.
Tapi hidup ???. sungguh memilukan, penuh risiko, banyak pilihan yang membuat kita bingung...kadang perlu waktu bertahun0tahun untuk menentukan pilihan yang kita anggap baik, Sudah barang tentu dengan segala konsekuensi dan risikonya. Tidak ada nyawa kedua di dunia nyata, tidak ada save-load di dunia nyata, tidak ada jalan serba lurus di dunia nyata.
Masalah hidup manusia di dunia ini secara garis besar terbagi menjadi 3 bagian, yaitu moralitas, rezeki, dan cinta.
Rabu, 08 Februari 2017
Isi Kepala - Dear... Si Senyum Manis
Dear... Si Senyum Manis
Gw memang tertarik dengannya
sejak dulu, siapa... laki-laki yang mampu untuk tidak tertarik dengan wanita
secantik ini ?. Gw teringat lagu
berjudul “Risiko Orang Cantik” di mana tipe wanita seperti ini disukai banyak
lelaki. Wanita tipe seperti ini bagaikan penyamun hati tiap laki-laki yang
memandangnya. Pertama gw melihat dirinya logika gw berbisik,
“Jangan sampai lu
jatuh hati bahkan jatuh cinta dengan cewek kayak gini, karena akan sangat
menyakitkan hati dan melelahkan pikiran”. (Logika gw ketika pertama kali melihat dirinya)
Logika gw berkata seperti itu
karena seperti hukum pasar bekerja, di mana wanita seperti ini sangat diminati
pasar laki-laki yang bertujuan mencari pasangan sehidup-semati atau sekedar
untuk “bersenang-senang”. Konsekuensinya tidak hanya besarnya risiko penolakan
dari wanita itu sendiri - karena lelaki
tersebut mungkin tidak cukup tampan dan mapan , tetapi juga kemungkinan terjadi
aksi saling sikut menyikut di antara para lelaki yang jelas menimbulkan aroma
rivalitas dan permusuhan. Tapi harus diingat cantik fisik hanya sampai umur 30
tahun, selebihnya seiring waktu kecantikan pun akan pudar. Namun gw sudah masuk
tahap ketiga ketertarikan di mana gw tertarik dengannya bukan hanya fisik tapi juga
secara emosional dan mental.
Akan tetapi seiring waktu
berjalan logika gw justru melemah, IQ gw turun beberapa poin karena pesonanya.
Itu terjadi karena sering secara kebetulan, situasi dan kondisi secara terus
menerus mendukung hal tersebut. Tidak pernah gw berencana satu kelompok
dengannya, bertemu dengannya beberapa kali di perpustakaan, berpapasan setiap
kesempatan. Mungkin dia tidak pernah tahu teori persahabatan antara laki-laki
dan perempuan, karena sesungguhnya tidak akan pernah ada sepasang laki-laki dan
perempuan saling berteman atau bersahabat tanpa ada minat ketertarikan dari
laki-laki bahkan teman sepermainan sekalipun. Kalau tidak percaya silahkan “googling” sendiri, seorang perempuan
dapat saja dengan nyaman berteman dengan laki-laki tanpa adanya unsur
ketertarikan. Perempuan bisa bersahabat hanya dengan mengandalkan emosi
pertemanannya walaupun tidak ada unsur ketertarikan dari wanita. Sedangkan seorang
laki-laki hanya mau “berteman atau bersahabat” dengan wanita - jika wanita itu
menarik hatinya terlebih menarik pada area visual matanya. Seorang laki-laki
yang terlihat mengobrol dengan seorang perempuan belum tentu saling berteman.
Yang disebut pertemanan di sini adalah ketika seorang laki-laki secara terus
menerus berusaha menjalin komunikasi, bercanda, ngobrol, makan bareng, hangout
bareng secara rutin, intens, atau sporadis dengan seorang perempuan. Laki-laki
sudah terlalu banyak memiliki teman (sesama laki-laki yang tidak menarik
hatinya) maka dari itu ketika laki-laki berteman dengan seorang perempuan
motifnya adalah pertemanan lewat hati. Itulah kenapa Islam melarang laki-laki
dan perempuan terlalu dekat atau intim, karena laki-laki memang memang sejak
zaman Nabi Adam selalu lemah terhadap perempuan. Perempuan adalah ujian terberat
bagi laki-laki, laki-laki bisa saja tahan godaan tidak makan, minum, marah, dan
lainnya tetapi tidak dengan perempuan. Semua orang tahu kalau anak Nabi Adam
membunuh saudara kandungnya sendiri karena berebut perempuan dan semua tahu
kalau manusia terusir dari surga karena Adam tergoda oleh rayuan Hawa untuk memakan
buah terlarang itu. Hanya laki-laki yang super imannya yang bisa menahan
pandangan matanya dari wanita, terlebih wanita cantik. Kalau perempuan punya teman laki-laki, dan
laki-laki itu tidak ada ciri melambai (laki-laki tulen) , tapi berteman dekat
dengan perempuan, dipastikan cepat atau lambat laki-laki itu pasti jatuh cinta
dengan sahabat perempuannya, walaupun perempuan lebih kebal terhadap hal itu.
Laki-laki adalah makhluk sosial
dengan emosi dan perasaan yang sangat dangkal, mereka dominan dikendalikan
pikiran dan logika mereka. Maka dari itu laki-laki sangat sensitif terhadap
wanita, apalagi wanita cantik. Laki-laki adalah laki-laki, mereka diciptakan
(dalam bahasa ilmiah “berevolusi”) untuk berburu dalam hal apapun. Setiap
kesempatan yang datang tak akan disiakan olehnya. Dan gw adalah laki-laki biasa
sama seperti yang lain yang dengan mudah menjadi sensitif dengan wanita cantik.
Akan tetapi laki-laki ditamengi oleh logika dan objektifitas yang lebih terasah
dibandingkan perempuan. Gw mampu untuk menahan perasaan supaya tidak jatuh
cinta dengannya selama dua tahun sejak pertemuan pertama, itu karena bantuan
logika di dalam kepala gw. Akan tetapi takdir memang sengaja membuat gw jatuh
cinta sama dia, sekelompok yang tadinya tiga orang, temannya justru memilih
mengganti tema pembahasan, yang justru membuat gw hanya berdua dengannya. Kecuekan,
Keapatisan, pendirian teguh, dan akal sehat gw pun luntur karena kecantikannya
didukung kepribadiannya yang humble,
senyumnya yang manis dan wajahnya yang lucu. Logika (akal pemberian Tuhan) gw
mengatakan:
“untuk mendapatkan wanita cantik seperti dirinya, kau
harus menjadi seorang laki-laki dewasa, tampan, dan mapan...sedangkan dirimu
belum sampai pada hal itu. Kau harus meraih penghasilan yang mapan terlebih
dahulu, sehingga kedewasaan mu meningkat, ketika kedewasaanmu meningkat maka kemaskulinanmu
meningkat...karena kau telah mampu untuk mandiri. Ketika kau telah mampu untuk
mandiri maka sudah layak bagimu untuk berusaha mendapatkan cintanya.
Kemandirian menciptakan kepercayaan diri tiada tara, setelahnya ketampanan pun
akan datang dengan sendirinya, baru kemudian mungkin kau layak untuknya”. (Logika gw sebelum jatuh cinta dengannya,
Maret, 2016)
Itulah logika dan pikiran gw ketika
IQ gw masih belum turun karena jatuh cinta, akan tetapi gw terperdaya hormon
testosteron. Unsur penyusun biologi dan reaksi kimia dalam otak gw tak kuasa
membendung perasaan jatuh cinta olehnya. Hari demi hari gw selalu
memikirkannya, bahkan setiap tidur selalu dia yang menjadi pemeran utama dalam
mimpi gw. Pernah dalam satu hari gw tidur tiga kali karena kelelahan, malam,
siang, dan sore. Semuanya mimpi tentang dia, kadang ceritanya menyenangkan
namun kadang juga menyedihkan. Otak gw benar-benar habis...habis tak tersisa
lagi oleh bayangan wajah dan nada suaranya yang khas dan lucu. Gw sudah seperti
orang kena kecanduan narkoba mungkin, setiap hari, setiap jam, setiap menit, setiap
detik selalu namanya, wajahnya, suaranya, cara dia menatap, perilakunya,
terutama senyumannya, bahkan wajah juteknya selalu terniang-niang di kepala. IQ
gw turun perlahan demi perlahan...gw pun pasrah dengan keadaan ini, sembari
berdoa agar semua ini bisa hilang dari otak gw.
Gw menggadaikan harga diri
hanya demi mendapatkan perhatiannya. Perhatian dan berkomunikasi dengannya
adalah cambuk yang melecuti jiwa gw, gw termotivasi, gw langsung berhasrat
untuk segera membuktikan gw layak untuknya. Tetapi semangat yang didasari oleh
perasaan adalah tipu daya, karena perasaan cinta tidak datang dari pertimbangan
rasional yang realistis. Gw terus saja menghancurkan harga diri, harkat
martabat di depannya, padahal sejatinya gw adalah pribadi yang cuek dan tak
peduli dengan hal apapun di luar dari dalam diri sendiri. Tetapi dia telah
membelokkan arah dari dunia yang hendak ingin gw raih atau justru malah jadi
pelecut...tapi lecutannya terlalu keras. Gw menjadi tidak konsentrasi dengan
semua hal yang ada dalam dunia gw, semua berorientasi hanya untuk dia. IP gw
yang terus menanjak dari semester 1 hingga semester 3 seketika turun di
semester 4 karena mulai jatuh hati dan selalu memikirkan dia. Dulu tujuan dan
fokus ambisi gw adalah cumlaude
dengan IP yang terus menanjak dan lulus tepat waktu, gw belajar dengan keras
untuk hal itu. Semester 1 IP gw 3,68 lalu semester berikutnya menjadi 3,71 lalu
naik kembali semester berikutnya menjadi 3,75, semester 4 gw target 3,8 –
tetapi jatuh cinta dengan dia menguras 40% energi konsentrasi, IP gw turun
menjadi 3,68 kembali. Masih saja cinta yang menyakitkan ini menghancurkan diri
gw....hingga pada akhirnya gw sampai pada titik terendah dalam hidup. Putaran
roda yang tadinya di atas seketika menukik berputar ke bawah. Gw gagal
menyelesaikan skripsi, gw tidak fokus, mungkin semua bersumber dari cinta pada
nya yang membuat gw tak fokus, banyak sekali ujian yang datang ketika gw
mencintai dia. Meskipun sebab akibat ini tidak berhubungan secara langsung, tetapi
ini berhubungan secara tidak langsung antara variabel dependen dan independen. Ilustrasinya
seperti ini:
·
Jatuh
cinta dengan dia à laptop hilang à skripsi tak selesai
·
Jatuh
cinta dengan dia à galau à laptop hilang à skripsi tak selesai
·
Jatuh
cinta dengan dia à galau à hilang fokus à laptop hilang à skripsi tak selesai
·
Jatuh
cinta dengan dia à galau à hilang fokus à pelupa à laptop hilang à konsentrasi buyar à skripsi tak selesai
·
Jatuh
cinta dengan dia à galau à hilang fokus à pelupa à kurang hati-hati à laptop hilang à konsentrasi buyar à skripsi tak selesai
Jadi
kesimpulannya adalah:
A. Gw jatuh cinta dengan dia
B. Jatuh cinta membuat skripsi tak selesai
Jadi jatuh cinta dengan dia membuat skripsi
gw tidak selesai (hahaha..)
Tidak hanya laptop banyak hal
lainnya yang berawal dari perasaan jatuh cinta tersebut. Apalagi gw melihat
kenyataan bahwa cinta gw ini sepertinya tak berguna buat dirinya alias bertepuk
sebelah tangan dengan melihat banyak tanda.
Ini memang bukan salahnya, ini
murni kesalahan gw sendiri yang mengabaikan nasehat logika atau akal sehat.
Dari semua tulisan ini, berharap dia tahu...ada orang di dunia ini yang selalu
mikirin dia tiap saat. Tapi ternyata ini semua sepertinya omong kosong belaka,
skripsi tak selesai, cinta pun tak terbalas. Gw belajar dari kegagalan ini,
idealisme dan realisme adalah dua hal yang tak mungkin disatukan. Utopia dan
realitas, sekarang mulai lah mendengarkan akal sehat walaupun perasaan mendesak.
Hargai realitas dan belajar lebih bijaksana. Semoga gw bisa menemukan wanita
seperti lu lagi
......25/12/16
Dilema Hidup - Paradoks Cahaya Rasa Ketertarikan
Sering sekali dalam hidup, kita menemukan sesuatu yang kita
anggap jalan keluar, terang, yang dipenuhi banyak cahaya. Setelah kita memasuki
jalan tersebut, ternyata setelah semakin dalam dimasuki dan dilewati setapak
demi setapak, cahaya itu ternyata hanya ada di bagian pintu masuk. Kita pun
tersadar, jalan yang kita lewati masih belum dapat mengantarkan kita ke tempat
yang kita tuju. Terang berubah menjadi gelap, sama seperti jalan yang kita
lewati sebelumnya.
Menemukan wanita yang tadinya kita anggap berbeda dengan
wanita yang lain, ternyata sama dengan wanita yang lain. Di awal terlihat
begitu terang dan memberikan harapan besar untuk menemani kita untuk sampai di
tujuan. Terlihat berkilau dengan daya rayunya, daya senyumannya, daya lembut
nada suaranya, daya candanya, daya tingkah polahnya yang lucu, daya
perhatiannya, dan daya-daya lain yang membuat kita semakin yakin untuk
menjadikan dia sebagai wanita terakhir yang mampu menghentikan petualangan dan
sensasi mencari tiada akhir. Satu bulan pertama, getaran hati membuat pikiran
seperti melayang. Bulan kedua pikiran melayang membuat sensasi sakau,
ketagihan, stress, depresi, rindu yang amat sangat hingga sampai bulan ke
sepuluh. Bulan ketiga mulai berani bertaruh mencoba peruntungan, ternyata hasil
masih belum sesuai harapan. Bulan kelima keberuntungan seperti menghampiri,
tapi ternyata kemudian sehari setelahnya keberuntungan itu dicampakkan dengan
pengabaian yang menyayat hati. Bulan keenam ekskalasi keberuntungan meningkat,
tapi ternyata ketika dieksekusi kembali menemui kegagalan. Harapan menurun,
kegelisahan meningkat, keyakinan goyah antara berharap dan putus asa. Bulan
kesembilan sampai kesepuluh adalah fase penurunan, stress sudah teramat berat.
Pikiran mulai tidak terkendali, berbagai blunder dan kesalahan strategi
komunikasi terjadi. Bayang-bayang kegagalan menghampiri, hubungan semakin tidak
jelas arahnya – semakin negatif, keberuntungan pun
berhenti. Sepertinya Tuhan sudah tidak memberikan lagi sebuah skenario lain
yang membuatku intens berkomunikasi dengannya.
Bulan baru tahun baru, hubungan seperti semakin kandas – harapan memupus, cahaya seperti menghilang dan kembali
gelap. Ternyata semua masih belum berubah, pola ini terus terjadi namun dengan
pembelajaran yang baru dan amat berharga. Sepertinya dia bukan wanita penuntun
cahaya yang dapat menghentikan sensasi pencarian untuk sampai di tujuan. Semoga
ini yang terakhir, aku bersumpah ini harus yang terakhir. Esok aku harus
menemukan cahaya sepanjang jalan hingga ujung ku tapaki.
(Puisi) Dilema Rasa dan Ilusi Cinta
Setiap hari jiwa terasa keras dan kering
layu, gersang, tandus tak pernah tersiram
rasa syukur membuat hidup terus berjalan
kehidupan sering membuat tertawa
bukan gila tapi karena kadang lucu
takdir mempertemukan air sejuk itu
membuat kegersangan seakan akan hilang
air sejuk yang baru terlihat setelah sekian lama
terlihat setelah melihat dirinya tersenyum
kegersangan selama lima setengah tahun
seakan telah menemukan oase yang dingin
mengaliri setiap jengkal rasa menjadi kesejukan
terkadang alirannya terlalu deras membuat denyut jantung tak beraturan
menginspirasi namun juga membuat depresi
namun sang oase dan air sejuk itu...
sepertinya hanya sementara, kau menghilang
panas kepala ini jika lama tak memandang
membuat tersadar diri ini, semua hanyalah omong kosong
dia hanya hadir sementara, inspirasi menjadi ilusi
Bmkhadafi
layu, gersang, tandus tak pernah tersiram
rasa syukur membuat hidup terus berjalan
kehidupan sering membuat tertawa
bukan gila tapi karena kadang lucu
takdir mempertemukan air sejuk itu
membuat kegersangan seakan akan hilang
air sejuk yang baru terlihat setelah sekian lama
terlihat setelah melihat dirinya tersenyum
kegersangan selama lima setengah tahun
seakan telah menemukan oase yang dingin
mengaliri setiap jengkal rasa menjadi kesejukan
terkadang alirannya terlalu deras membuat denyut jantung tak beraturan
menginspirasi namun juga membuat depresi
namun sang oase dan air sejuk itu...
sepertinya hanya sementara, kau menghilang
panas kepala ini jika lama tak memandang
membuat tersadar diri ini, semua hanyalah omong kosong
dia hanya hadir sementara, inspirasi menjadi ilusi
Bmkhadafi
Cerpen Hidup - Wanita yang Mampu Merusak Pikiran
Sungguh naif mereka, mereka menganggap aku yang paling pintar diantara teman-teman skripsiku. Tapi aku juga terlalu naif, kepercayaan diriku justru membunuh waktuku semakin banyak. Aku harus membuang kembali waktu satu semester hanya demi judul yang memukau. Namun judul itu terlalu sulit, aku menggantinya diakhir acara. Waktu telah habis, aku terlambat, semua begitu terlambat. Tanpa ada peringatan semua berlalu begitu saja. Sebuah impian untuk bisa mencapai wisuda dengan gelar cumlaude yang disaksikan oleh pujaan hati sirna begitu saja. Karena cumlaude itu tidak akan dilihat olehnya pada momen yang tepat. Pujaan hati terindah didalam hidupku selama 24 tahun aku berjalan diatas tanah Jawa. Dia pergi melaju meninggalkanku di belakang, dengan keluguan dan kepolosannya justru membuatnya tampak begitu berharga untuk diabaikan, yang tentu ditunjang wajahnya yang aduhai nan menawan. Wajah ceria, pribadi yang rendah hati, murah senyum, cantik tidak sulit baginya untuk menarik simpati orang di sekitarnya. Akulah salah satunya, seorang pria dingin yang tak mengerti cara berekspresi wajah, sehingga sulit terlihat hangat dan bahagia.
Sebenarnya dia atau diriku yang polos ?. Tidak penting...karena siapapun itu, kepolosan mungkin bisa saja adalah cerminan kerendahan hati. Polos disini bukan berarti mudah tertipu, tetapi cerminan hati yang sensitif. Karena kepala seseorang tidak ada yang tahu, sering wajah polos itu menipu. Banyak orang yang terlihat polos justru adalah dalang dibalik layar yang mengendalikan agenda. Sifatnya yang polos cenderung lucu membuat diriku hanyut dalam kelembutan sikap wanitanya. Aku hanyut...benar-benar hanyut, aku sampai tak mempedulikan pekerjaanku, termasuk karya akhir kuliahku. Aku terlalu fokus padanya...senyumannya yang telah menenggelamkan jiwa dan pikiranku ke dalam aliran deras perasaan cinta. Aku tak tahu apakah dia memperdulikan aku, hahhh...rasanya tidak begitu penting aku memikirkan hal tersebut. Karena aku tidak akan pernah tahu jawabannya sampai aku bertanya langsung dengan hatinya.
Sudahlahh...aku sudah gagal semester ini. Tahun 2016 adalah tahun terberat yang aku lewati selama ini. Tidak ku sangka jatuh cinta itu begitu mematikan bagi syaraf-syaraf didalam otakku.
Cerpen Awal Tahun
life should be simple, but choices a decision makes it not simple.
so life is complicated !
simple is just bullshit !
When making a choice in one side can embrace a happiness but in another side makes a consequencies that make it not OK.
Sebenarnya dia atau diriku yang polos ?. Tidak penting...karena siapapun itu, kepolosan mungkin bisa saja adalah cerminan kerendahan hati. Polos disini bukan berarti mudah tertipu, tetapi cerminan hati yang sensitif. Karena kepala seseorang tidak ada yang tahu, sering wajah polos itu menipu. Banyak orang yang terlihat polos justru adalah dalang dibalik layar yang mengendalikan agenda. Sifatnya yang polos cenderung lucu membuat diriku hanyut dalam kelembutan sikap wanitanya. Aku hanyut...benar-benar hanyut, aku sampai tak mempedulikan pekerjaanku, termasuk karya akhir kuliahku. Aku terlalu fokus padanya...senyumannya yang telah menenggelamkan jiwa dan pikiranku ke dalam aliran deras perasaan cinta. Aku tak tahu apakah dia memperdulikan aku, hahhh...rasanya tidak begitu penting aku memikirkan hal tersebut. Karena aku tidak akan pernah tahu jawabannya sampai aku bertanya langsung dengan hatinya.
Sudahlahh...aku sudah gagal semester ini. Tahun 2016 adalah tahun terberat yang aku lewati selama ini. Tidak ku sangka jatuh cinta itu begitu mematikan bagi syaraf-syaraf didalam otakku.
Cerpen Awal Tahun
life should be simple, but choices a decision makes it not simple.
so life is complicated !
simple is just bullshit !
When making a choice in one side can embrace a happiness but in another side makes a consequencies that make it not OK.
Langganan:
Komentar (Atom)